Hotline: 0517-21086, email: subbaghumas_restala@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

PICTURE SLIDESHOW

Video

KAPOLRES TALA

POLRES TALA TETAPKAN ILMAN SEBAGAI TERSANGKA KASUS KORUPSI PROYEK PENGADAAN ALAT DI DISDIK KAB.TALA

Posted by subbaghumas-restala at Kamis, 08 Desember 2016

Pelaihari 09/12/2016  Humas Polres Tanah laut




Jajaran Polres Tanah Laut melalui Unit Tindak Pidana Korupsi menetapkan Ilman Huda sebagai tersangka kasus korupsi proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Tala. Ilman merupakan rekanan pemerintah dalam barang pengadaan proyek alat peraga pendidikan tahun 2012.
Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan melakukan persekongkolan untuk mengarahkan pelelangan untuk dimenangkan pihak tertentu dengan cara tersangka memberikan persyaratan teknis atau spek di luar juknis kepada Pengguna Anggaran dan Panitia untuk dijadikan persyaratan lelang.
Dalam survei harga, tersangka dan panitia tidak memperhitungkan adanya diskon sebesar 55 persen dari perusahaan. “Atas perbuatan itu, tersangka kami lakukan penahanan,” terang Kapolres Tanah laut AKBP Sentot Adi Dharmawan SH,MH  saat gelar perkara Rabu  07 Desember 2016 di Polres Tanah laut.


Kapolres Tanah laut AKBP Sentot Adi Dharmawan SH,MH didampingi Kabag Ops AKP Wahyu Hidayat S.IK dan Kasat Reskrim AKP Ade Papa Rihi SH,S.IK,MH  menjelaskan, kasus ini berawal saat Dinas Pendidikan Kabupaten Tala yang melaksanakan kegiatan pengadaan alat peraga pendidikan untuk bidang seperti bidang studi Matematika, Bahasa, IPS  dan IPA senilai Rp3,3 miliar, yang bersumber dari sisa DAK tahun 2010.
Kemudian dalam kegiatan tersebut, tersangka melakukan persekongkolan  dengan Kuasa Anggaran (PA) atau Pejabat Pembuat Komitmen untuk mengarahkan pelaksanaan pengadaan, agar dimenangkan pihak tertentu, diantaranya terlapor Mukhlis Abrory ST, Dian Cholid melakukan pertemuan dengan Ilman Huda.
Saat survei harga di Jakarta dan berlanjut dengan pertemuan di ruang Kepala Dinas Pendidikan Tala Sihabuddin Chalid untuk pemberian spesifikasi teknis tambahan dari tersangka, untuk mengarah pada produk pabrikan tertentu. “Walaupun dokumen penetapan HPS (Harga Perkiraan Sementara), panitia pengadaan tetap melaksanakan pelelangan.
Dengan Panitia Pengadaan membuat spesifikasi teknis dan persyaratan teknis, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadaan yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan evaluasi administrasi mengacu kepada dokumen teknis yang diberikan tersangka, hal tersebut bertentangan dengan juknis dan pasal 5 tentang prinsip pengadaan barang dan jasa non 54 tahun 2010.
Atas perbuatan tersangka, melalui audit penghitungan kerugian keuangan Negara yang dilakukan oleh BPKP Provinsi Kalsel, terdapat kemahalan harga pada empat paket pekerjaan pengadaan alat peraga tersebut, Sehingga kerugian Negara atau daerah sebesar Rp621 juta.
Kapolres  menambahkan, atas perbuatan ini, tersangka dijerat dengan pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana Jo Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaiman diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tentang pemberantasan Tipikor, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara
Baca Selengkapnya

2 PELAKU BANDAR JUDI TOGEL PELAIHARI DI AMANKAN

Posted by subbaghumas-restala at Rabu, 07 Desember 2016

Pelaihari 08/12/2016  Humas Polres Tanah laut




Polres Tanah Laut  mengamankan Bandar judi togel di Jl Samudra RT 10 RW 04 Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari. Pada Minggu, 27 Nopember 2016  sekitar Pukul 13.00 wita, aparat Polres Tanah Laut menangkap kedua Bandar Togel yang masing-masing berinisial AH dan SR. Keduanya merupakan warga Kelurahan Pelaihari Kecamatan Pelaihari.

Kapolres Tanah laut AKBP Sentot Adi Dharmawan.S.IK,MH saat gelar perkara di Mapolres Tanah Laut, Rabu  07 Desember 2016  mengatakan yang berinisal AH bertugas sebagai pengepul yang dikirim melalui SMS dari pelanggan. Sementara pelaku AH ini mendapatkan 10% dari harga pemasangan angka togel dari pelanggan judi togel kemudian pelaku AH menyetorkanya ke pelaku SR melalui SMS selanjutnya pelaku SR menyetorkanya ke situs judi togel www.TGL PLUS.com. Judi togel ini buka pada hari Sabtu, Minggu, Senin, Rabu dan Kamis. "Pelaku mengumpulkan dari pelanggan judi togel menjelang pentupan pada pukul 18.00 wita dan besoknya dibuka .Kita sita uang dan catatan nomor togel kemudian dua kartu ATM tiga buah handphone dan satu modem . Dan pelaku kita kenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun," ungkap Kapolres
Baca Selengkapnya

Seorang Ayah Perkosa Anak Kandung Sendiri Berkali-Kali, Sebelumnya Kaki dan Tanganya Diikat

Posted by subbaghumas-restala at

Pelaihari 08/12/2016  Humas Polres Tanah laut




Seorang ayah tega memperkosa DM yang baru 13 tahun adalah  merupakan anak kandung sendiri hingga berkali-kali. Ia juga tak segan mengancam membunuh korban yang tak lain anak sendiri bila menceritakan aksi yang dilakukan terhadap orang lain. Perbuatan pelaku Gatot  41 tahun warga jalan Kasih Dangsanak  RT 008 RW 00 3 Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut ini berawal ketika melihat korban menggunakan celana yang basah sehabis mandi pada siang hari, dari situlah nafsunya memuncak. Pada malam harinya saat korban sedang tidur pulas, pelaku menaiki korban. Korban pun terbangun saat itu, tetapi pelaku sudah menutup mulutnya dengan kain. Kedua tangan korban pun diikat ke atas dan kaki korban diikat menggunakan tali ke tiang. Setelah usai melakukan aksi bejatnya itu, tali yang digunakan itu dibakar oleh pelaku. Kemudian pelaku mengancam akan membunuh korban jika menceritakan perbuatannya kepada orang lain. Perbuatan ini dilakukan berulang kali dengan modus sama saat korban tidur pulas.
 
 Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan, S.IK,MH yang didampingi Kabag Ops AKP Wahyu Hidayat, S.IK dan Kasat Reskrim AKP Ade Papa Rihi.SH.S.IK.MH   saat Gelar Perkara di Mapolres Tanah Laut  Rabu 07 Desember 2016  mengatakan,  antara korban dan pelaku sebelumnya berpisah pada saat korban masih berusia 5 tahun ikut dengan ayah tiri di Kabupaten Kapuas. Pada sekitar bulan Maret 2016 korban kembali ikut orang tua kandungnya di kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut ."Diawali pemerkosaan yang pertama dilakukan pelaku sekitar bulan Maret 2016 dilakukan oleh pelaku dirumahnya dengan unsur paksaan. Selanjutnya pemerkosaan yang kedua kalinya dilakukan oleh pelaku juga dirumahnya sekitar bulan Agustus 2016 sedangkan yang terakhir yang diamankan kamarin pelaku melakukanya sekitar bulan November 2016  Jadi sudah tiga kali pelaku ini melakukan pemerkosaan kekerasan Seksual kepada korban, Pelaku yang sehari-hari sebagai buruh tani kini sudah  diamankan kemarin, Selasa 06 Desember 2016  dari informasi Kepala Dusun yang berkoordinasi dengan kepala Desa dan Babinkamtibmas di Kecamatan Kintap. "Mengingat kasus ini juga kasus perlindungan anak maka kami ambil alih oleh Polres Tanah Laut dan saat ini pelaku kita amankan namun kita akan kembangkan lagi dari korban apakah ada pelaku-pelaku lainya atau apakah tidak hanya tiga kali pelaku memperkosanya siapa tahu pelaku sering melakukanya lebih dari tiga kali. 

Pelaku akan dikenakan ancaman hukumanya 15 tahun penjara maksimalnya dengan pasal 81 ayat (1) dan (3) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 46 UU RI no 23 tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Kapolres juga menyampaikan  Kasus fisik dan kekerasan terhadap anak anak ini merupakan ancaman serius khususnya kabupaten Tanah Laut. "Karena mengingat sudah sering kejadian di Tanah Laut ini dengan korban anak-anak dan kita himbau kepada orang tua atau kepada pihak-pihak sekolah dan masyarakat agar betul-betul perhatian kepada putra dan putrinya terutama dari ancaman kekerasan fisik maupun kekerasan seksual terhadap anak.



Baca Selengkapnya